Pages

Sunday, August 31, 2014

Tiket Murah dan Perjalanan yang kaya

“Kak, pesawat.” kata adikku sambil berlari keluar rumah. aku yang saat itu sedang menyapu ikut menghamburkan diri keluar. Berdua kami mendongak ke atas melihat benda kecil yang bergerak menembus awan. Kami tidak mengalihkan mata kami hingga pesawat yang kami lihat dari jarak yang sangat jauh itu menghilang. Hati kami bersorak. Walau hanya sebesar jari jempol kecil kami, namun melihat pesawat dari kejauhan adalah hiburan bagi kami, anak desa yang jauh dari kota apalagi bandara. Terkadang kami melambaikan tangan kami keatas, berharap penumpang pesawat melihat dan tersenyum pada kami di bawah.
Melihat pesawat juga merupakan kebanggaan bagi kami antar teman, apalagi jika melihat jet yang terbang lebih cepat dan menyisakan asap di ekornya ketika melintas. Kami saling pamer kapan saja kami melihat pesawat. Belum seorang pun yang pernah melihat langsung pesawat dalam ukuran yang lebih besar dari jempol jari kami. Melihat pesawat akan selalu menjadi bagian cerita kami.
Bapak selalu mengatakan bahwa yang naik pesawat itu hanya orang-orang kota yang kaya. Aku sedikit kecewa, namun tidak mau menyalahkan nasibku yang terlahir sebagai anak desa. Tapi Bapak juga selalu meyakinkan kami bahwa kami bisa pindah ke kota dan naik pesawat jika belajar tekun. Kata yang membuat hatiku bergelora dan melahirkan harapan bahwa aku bisa naik pesawat yang selama ini hanya bisa aku lihat dari jarak yang jauh sekali. Aku membayangkan diriku sedang melambai ke bawah melihat teman-temanku yang juga melambai dan memanggil-manggil namaku.
Ketika kuliah akhirnya aku bisa memijakkan kaki di kota Medan. Aku lulus pada salah satu Universitas terbaik di kota ini. Bapak tidak salah. Pendidikan lah yang akhirnya membawaku ke kota. Aku senang sekali walau akhirnya banyak yang harus kusesuaikan. Mimpi untuk naik pesawat masih terus membara dalam benakku. Aku yakin jalan itu pasti ada.
Akhir April 2008, Media Kampus yang saat itu kuikuti menawarkan Kegiatan Magang di salah satu perusahaan Media di Jakarta. Aku ragu. Jakarta cukup jauh dan tidak ada kerabat yang akan kukunjungi. Namun aku juga membenci ketakutan yang ada dalam diriku. Kapan lagi aku akan pergi berkunjung ke kota lain dan yang paling penting adalah aku akan naik pesawat. ya, Aku akan naik pesawat. Sore itu, aku mendaftarkan diri menjadi salah satu peserta magang.
Kali ini halangan yang kuhadapai bukan dari diriku sendiri. Namun pada biaya yang sedikit memberatkan orangtuaku. Aku juga kasihan jika harus membebankan mereka. Biaya makan akan ditanggung oleh perusahaan tempat magang, perusahaan juga akan memberikan sedikit uang saku, namun tidak untuk transportasi. Ongkos naik bus pun cukup mahal, belum lagi biaya makan di jalan. Hampir saja keputusanku untuk berangkat ke Jakarta kubatalkan. Namun Tuhan berkehendak lain. Sarah, salah satu temanku mengabarkan jika Maskapai Airasia sedang promo tiket Medan-Jakarta.
Tiba-tiba aku sangat semangat. Sarah membuka laptopnya, mencari jaringan Wifi dan membuka situs Airasia. Dan.. 199 Ribu. Iya, tiket dari Medan ke Jakarta hanya sebesar itu. Aku langsung meminta tolong untuk memesan tiket untukku. Sarah membantuku mengisi data informasi. Namun kami memiliki kendala yang lain. kami tidak memiliki kartu kredit. Sedangkan sarana pembayaran di situs Airasia saat itu hanya melalui kartu kredit. Tiba-tiba aku ingat temanku Rini yang sehari-harinya berkenderaan mobil ke kampus. Aku menghubunginya dan menanyakan kartu kreditnya. Dia juga tidak punya namun menawarkan untuk meminjamkan punya kakaknya untukku. Pertolongan kembali datang, Kakak Rini memberi ijin dan percaya pada kami sehingga memberi data-data kartu kreditnya pada kami. Kini tiketku ada di email.
Orangtua dan adikku ikut mengantar ke Bandara Polonia ketika aku akan berangkat. Walaupun baru pertama kali namun aku harus pergi sendiri. Mamak berkali-kali mengingatkanku untuk banyak bertanya. Aku menyalami mereka satu per satu. 90 menit sebelum keberangkatan aku telah berada di counter check in. setelah membayar Airport tax, aku diarahkan menuju waiting room yang terlalu dingin untukku.
Aku menghela nafas bahagia. Pesawat dengan ukuran sebenarnya telah berada di depanku. Berkali-kali aku mengucap syukur. Aku tidak akan hanya melihat, namun juga akan menumpang hingga Jakarta. Ketika panggilan untuk penumpang Airasia rute Medan-Jakarta bergema, aku melangkah mengikuti puluhan orang yang berkerumun. Aku memberikan Boarding Pass pada penjaga wanita yang cantik dan langsing, wanita itu menunjukkan pesawat yang harus kunaiki. Betapa megahnya pesawat yang akan kunaiki, ditambah warna merah merona, Pesawat Airasia yang akan kunaiki itu terlihat gagah dan kuat.
Aku duduk tepat di samping jendela. Ketika mulai take off, tak henti-hentinya aku melihat keluar jendela. Aku menikmati kota Medan yang semakin lama semakin kecil, pemandangan awan yang mirip tumpukan salju. Terkadang aku penasaran apakah aku akan melewati kampungku, dan melihat anak-anak sedang melambai kearahku. Tidak ada. Aku pun tidak bisa membalas lambaian mereka. Aku tersenyum lebar dalam hati. Tidak seperti penumpang disampingku, dalam 2 jam perjalanan aku tetap terjaga menikmati penerbangan pertamaku.
Airasia telah memberikan kepercayaan diri untuk bermimpi lebih jauh. Harga tiket yang diberikan telah meyakinkanku bahwa pesawat bukan hanya untuk orang kota dan kaya. Airasia juga telah meyakinkanku bahwa aku tidak ingin sekedar naik pesawat, namun aku menikmati tempat baru, mencintai keasinganku, dan ingin melakukannya lagi. Jakarta adalah awal dari itu semua. Aku ingin menjadi pelancong.
                                                          Perjalanan ke Elnido, Filipina
Hal itulah yang membuatku sering sekali membuka situs airasia untuk mencari tiket murah. Ketika kuliah, aku menabung untuk bisa sampai di Padang dan Bandung. Aku rela untuk tidak membeli baju baru demi membeli tiket. Hal itu berlanjut ketika aku mulai bekerja di salah satu bank. Cuti-cutiku selalu kugunakan dengan maksimal. Di awal tahun, aku sibuk mencari tanggal merah sehingga bisa libur panjang. Semua waktu tersebut kugunakan untuk bepergian. Banda Aceh, Pulau Weh, Bali, Lombok, Yogyakarta, Kuala Lumpur, Penang, Singapura, Phuket, Krabi, dan Filipina telah kujelajahi. Sabtu Minggu terkadang kugunakan untuk menikmati wisata local di Medan seperti Berastagi, Danau Toba, dan juga Tangkahan.
Aku mencintai traveling. Hobi yang tak pernah kupikirkan sebelumnya. Aku tergila-gila pada kegiatan ini dan aku bersyukur telah menggunakan masa mudaku untuk bepergian. Banyak sekali pengetahuan baru yang kudapat, teman-teman baru, dan hal-hal unik di setiap daerah. Bagiku, traveling adalah sebuah kekayaan yang tidak bisa dihitung. Semakin sering bepergian, aku merasa semakin kaya walau sering sekali harus rajin mencari tiket super murah. Terima kasih Airasia.

Wednesday, June 18, 2014

Tulisan saya di majalah


Setelah di Panorama dan berhasil menjadi pemenang (hadiahnya tas Brigg and Riley seharga 2,5 juta) Saya mengirim tulisan saya yang berbeda ke salah satu majalah di Medan. Namanya DIGi Magazine. Nah ini dia penampakannya :)



Thursday, May 29, 2014

DREAM OF ENGLAND

Berastagi, 29 Januari 2011
Di Bawah sebuah Pohon Beringin yang rindang, aku duduk manis sambil menerawang ke depan. disampingku beberapa teman juga melakukan hal yang sama. Kami menikmati suasana padang rumput yang hijau dan lapang. Sesekali aku merapatkan tubuh untuk menahan hawa dingin.
“Eh, Bang Harry sekarang lagi di Jerman ya ?” tiba-tiba Devi memecah kesunyian.
“Kak Dina juga sekarang lagi di Belanda” tambah Dina, menyebut salah seorang senior kami di Organisasi Kampus yang sedang kami geluti sekarang.
“Enak kali mereka ya, “ kata Devi lagi dengan sangat “Medan”
“Tenang Wi. Nanti kita juga bisa ke London,” kataku dengan semangat.
Tiba-tiba semua tertawa. Milina yang juga merupakan senior kami bertanya dengan nada mengejek.
“Mau ke London iya, Zon ?” semua tertawa lagi tanpa terkecuali. Aku hanya tersenyum kecut. Yang lain juga ikut menyebut Kota tersebut untuk mengolok. Pohon beringin itu kini tidak hanya rindang, tetapi juga ramai.
Mereka menertawakan cara aku menyebut “London” bukan dengan “Landen” yang lebih inggris, melainkan  menyebut “Lo” dengan mulut sangat bulat dan huruf “D” yang sangat dalam dan jelas sehingga mengesankan London adalah nama salah satu daerah di Sumatera Utara. Aku hanya tersenyum malu. Bukankan mimpi kita kurang besar apabila belum ditertawakan ? Abaikan alasan tawa mereka.
***
Jakarta, 5 November 2014
Malam itu, ketika sebagian warga kota Jakarta mulai bermimpi, aku malah baru menginjakkan kaki di Bandara Soekarno Hatta. Setelah membayar dan  mengucapkan terima kasih pada supir taksi, Kutarik Luggage ku yang berukuran sedang menuju Check in Counter salah satu penerbangan terbaik di Dunia. Malam itu Bandara tidak terlalu ramai seperti biasanya. Setelah check in, membayar Airport Tax dan pemeriksaan dokumen di bagian Imigrasi, aku menuju Boarding Lounge. Menurut Jadwal di tiket, aku akan berangkat 2 jam lagi. Aku memang lebih suka menunggu agak lama daripada harus terburu-buru. Apalagi ini merupakan penerbangan terjauhku, penerbangan pertamaku dengan salah satu maskapai terbaik di dunia, dan untuk pertama kalinya akan menginjakkan kaki di Benua Eropa.
London Headthrow Apt, itulah yang akan menjadi tujuanku kali ini. Penerbangan dari Jakarta akan memakan waktu sekitar 15 jam dan transit di Singapura. Senyum lebar tersungging di bibirku. Aku telah membayangkan perjalananku di Negara Britania Raya tersebut. Persiapanku cukup matang. Itinerary telah kupersiapkan jauh-jauh hari, outfit musim gugur yang akan kukenakan selama 7 hari disana telah kurencanakan 2 minggu sebelum keberangkatan, berbagai informasi tentang liburan di Negara ini telah kubaca. Aku tidak ingin menyianyiakan perjalanan berharga ini. Ini adalah mimpi besarku. Dari SMA aku telah menginginkan hari ini, dan sering sekali terucap dalam doa.
Aku sama sekali tidak percaya bahwa aku akan melihat Landmark kota London, Menara Big Ben, menikmati apiknya desain Westminster Palace, menikmati pemandangan dari atas menara di Tower Bridge, berfoto bersama beberapa patung tokoh di Madame Tussauds London, berfoto di depan Buckingham Palace  dan Hampton Court Palace serta menikmati keindahan berbagai jenis Flora di Royal Botanic Garden. Dan yang pastinya aku akan berfoto mengikuti gaya The Beatles di Abbey Road. Pepatah yang mengatakan “perkataan adalah doa” tidak akan kupungkiri lagi. Ini adalah perkataanku tiga tahun yang lalu. Dan merupakan mimpiku sejak mengenal Pelajaran Bahasa Inggris di sekolah.
Aku tersenyum betapa bangganya orang tuaku ketika mengantarkan aku ke Bandara Polonia di Medan. Beberapa kali mereka mengingatkanku untuk membawa banyak baju hangat. Aku hanya tersenyum dan meyakinkan mereka bahwa di Negara Pangeran William tersebut sedang musim gugur dan tidak dingin. Suamiku juga ikut mengantarkan aku. Ah, betapa aku ingin pergi bersama dengan lelaki penggila bola ini. Menikmati suasana Stadion Liga Utama Inggris yang selama ini hanya dilihat di televisi. Tapi karena sedang sibuk, dia hanya memepersilahkanku untuk pergi dengan segudang nasehatnya. Aku berjanji bahwa aku akan membawa papan berisi namanya dan berfoto di setiap stadion yang aku kunjungi selama disana.
Kebahagiaan ini tidak sampai disitu saja, karena tiket, akomodasi, dan uang saku selama 7 hari di Negara Kerajaan Ratu Elizabeth tersebut disponsori oleh Mister Potato dan Smax, cemilan yang ikut memenuhi Cabin Baggageku. Aku berniat untuk berfoto dimana saja dengan membawa cemilan tersebut sebagai bentuk terima kasih yang sangat dalam karena mewujudkan impianku. Beberapa orang yang juga sedang menunggu di Boarding Lounge mulai heran melihat tingkahku yang selalu tersenyum senang. Tapi aku biarkan saja, mereka hanya tidak merasakan seperti yang kurasakan. Hatiku berdegup kencang. Perasaanku secerah Daun Maple di Musim Gugur.
Pengumuman untuk memasuki pesawat telah terdengar. Walau malam telah larut, tapi semangatku tidak luntur. Aku melenggang mantap diatas Garbarata menuju pesawat. Setelah dibantu oleh seorang pramugari untuk menyimpan barang, aku duduk di seat yang kebetulan disamping jendela. Aku kembali tersenyum lebar. Inggris adalah impian, dan sekarang aku akan menuju kesana. Setelah pilot memberi salam dan para pramugrasi telah melakukan demo keselamatan, pesawat bergerak pelan menuju pacuan take off. Kota Jakarta kini hanya terlihat seperti city light yang kecil dan berkilauan. Aku merilekskan badan dan menurunkan sandaran kursi. Walau tidak sabar untuk sampai, tapi rasa kantuk mampir juga.

Medan, 28 Maret 2014
Pagi ini aku terbangun dengan perasaan bahagia. Jarum pendek pada jam baru  saja menunjukkan angka Lima. Terima kasih pada kualitas tidur yang mampu membahagiakan kita ketika bangun. Aku menyingkirkan selimut dan mengucek-ngucek mata, melihat sekeliling dan menemukan diriku berada di kamar ukuran 4 X 4 dengan suhu AC yang terlalu dingin di waktu subuh. Laptop, Mister Potato dan Smax masih tergeletak di meja, proyek tadi malam.
Ya, Paragraf pertama diatas adalah kenyataan dan benar-benar terjadi. Silahkan tersenyum tapi jangan menertawakan lagi. 5 paragraf selanjutnya adalah sebuah harapan yang bersandar pada Mister Potato dan Smax yang bisa memberikanku kesempatan untuk  mewujudkannya. Itu bukan hayalan karena bisa saja terjadi. Aku pasti akan menulis segala pengalaman, keindahan, dan suasana ketika berada di Negara dengan jumlah jajahan terbanyak ini dan membaginya ke semua penghuni dunia maya. Mister Potato dan Smax, tolong beri kesempatan pada wanita yang telah lama berharap ini.

Dear Mister Potato and Smax, Give me the chance
Mister Potato and England, my dream
Belum sempat difoto, udah dibuka dan habis

Saturday, April 12, 2014

BERMALAM DI PHI PHI ISLAND

Kami berlari-lari dengan ransel penuh dipunggung begitu turun dari mobil, memeriksakan tiket pada petugas, dan kembali berlari melewati lorong sepi yang panjang di Krabi Tharua Boat Pier, dermaga di Kota Krabi. Kami lega bukan main setelah menginjakkan kaki di geladak kapal. Kami adalah penumpang terakhir kapal ini. Terlambat sedikit saja, kami harus merelakan satu malam di Phi Phi Island karena kapal tersebut merupakan shift terakhir di hari itu.

Kapal pun mulai menaikkan jangkar untuk menghantarkan kami beserta turis lain ke tujuan, Pulau Phi Phi. Sebagian besar penumpang merupakan turis barat yang berkulit putih. Thailand memang tidak pernah sepi akan tamu dari berbagai belahan dunia. Setelah kurang lebih 1,5 Jam berada di Kapal yang kami bayar dengan harga 450 Baht ini, akhirnya kami sampai di Phi phi Island.
Begitu turun dari dermaga, kami langsung ditawarkan penginapan dan paket perjalanan. Namun kami adalah pelancong yang menganut ajaran ekonomi, dengan modal sekecil-kecilnya mau dapat yang sebesar-besarnya dan sebagus-bagusnya. Tentu saja calo tidak pernah kami pakai. Kami lebih senang bertanya dan mendatangi hotel sendiri.
Ketika sedang melihat peta, seorang perempuan dan anaknya yang memakai jilbab menghampiri kami, mereka juga penumpang di kapal yang sama dengan kami dari Krabi. Sang ibu menyapa kami dengan bahasa thai. Langsung dengan perasaan bangga kami menjawab “We don’t speak Thai.” Entahlah rasanya menjadi turis dan dengan bahasa inggris pula menaikkan derajat kami. Pemikiran yang bodoh bukan? Singkat cerita, akhirnya mereka tahu bahwa kami ingin hotel paling murah di Phi-phi Island. Setelah berbicara melalui telepon, si Ibu menawarkan hotel di dekat hotel tempat dia bekerja. Kami mengiyakan.
Flower Bungalow, ada 2 kata bermakna kembang bukan? Kamarnya terdiri dari pondok-pondok kayu yang terasnya digantungi Hammock dan didekatnya ditanami bunga Melati yang berwana-warni dan wangi. Kami memilih kamar dengan fasilitas Kipas angin dengan harga 900 Baht. Ada juga kamar sharing dorm dengan harga 250 baht per orang. Pemilik penginapan cukup ramah dan mengajak kami makan malam bersama.
Phi phi Island terdiri dari 2 pulau. Phi Phi leh yang terkenal dengan Maya Baynya dan juga Phi phi don yang sekarang kami kunjungi. Seperti pulau-pulau yang dikunjungi turis lainnya, Phi phi don dipenuhin dengan penginapan, restauran,  street food, café, bar, toko souvenir, convenience store, dan juga travel agen yang menawarkan paket perjalanan. Kami memesan paket perjalanan setengah hari dengan harga 500 Baht, dan tiket menuju Phuket seharga 250 baht.
Pada sore hari kami menyusuri Loh Dalum Bay, yang lautnya surut sehingga menyisakan banyak ruang kosong yang kering untuk melakukan apa saja. Kursi-kursi plastik putih telah berjejer rapi di depan setiap restauran dan bar. Beberapa turis bermain bola, sebagian lagi hanya berfoto-foto seperti kami. Matahari hampir saja menyelesaikan pekerjaannya, menyisakan mega merah di langit dan membentuk siluet pada tebing di kejauhan sehingga meninggalkan panorama yang dramatis.
Pada malam hari, Keramaian di pulau phi-phi memuncak. Setiap sisi pasti dikerumuni turis. kursi kursi putih yang berjejer di pantai kini dipenuhi oleh manusia. Beberapa meja terisi dengan bong, minuman serta wadah plastik mirip pot bunga bertali yang yang ternyata juga berisi minuman. Hampir semua turis membawa wadah tersebut. Saya sendiri aneh melihat wadah plastik tersebut yang sama sekali tidak menginterpretasikan sebagai tempat minuman.
Seluruh keramaian malam ini ternyata juga disebabkan oleh Live Fire show yang di mainkan sepanjang pantai. Setiap bar berlomba lomba memainkan atraksi  untuk menarik pengunjung dan memeriahkan Phi-phi Island. Hulahup api, lompat tali api, atraksi tongkat api, bunga api, semburan api hingga berjalan diatas tali sambil memainkan tongkat api adalah penampilan yang sering ditampilkan dan diiringi dengan musik yang keras. Pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk menikmati atraksi ini.

Keesokan harinya, Setelah menitipkan tas pada loker yang disediakan Flower Bungalow karena kami akan kembali diatas batas jam checkout, kami melakukan tour  setengah hari yang dimulai dari jam 8 hingga jam 2 siang. Dan hanya kami berdua dan guide yang berasal dari Asia. Pertama sekali kami akan snorkeling untuk melihat Hiu di shark point, hanya membutuhkan waktu 5 menit menuju lokasi ini dari pantai tempat kami menginap. Tapi tampaknya hari itu bukanlah hari keberuntungan kami. Pada awalnya kami masih bisa mengikuti guide yang kami yang lincah berenang kesana kemari, lama-lama kami tertinggal karena arusnya yang cukup deras, dan tentu saja kelelahan mengikuti kelihaian si guide yang mungkin sejak lahir sudah hidup di laut. Dan ketika ditanya, tidak satu pun dari kami yang melihatnya kecuali si guide.
Selanjutnya kami menuju Viking cavé, ini hanya sebuah gua yang menempel pada dinding karang di tengah laut. Kita hanya bisa menikmati ekskotis gua ini dari kapal karena gua tersebut dilindungi oleh pemerintah Thailand karena dihuni oleh wallet yang cukup berharga. Dari Viking cave kami menuju Koh Pileh Lagoon, salah satu spot favorit saya. Seperti namanya lokasi tersebut merupakan sebuah laguna, swimming hole dengan air tenang dan bersih berwarna turqoise yang dikelilingi oleh tebing batu kapur karst. Disini kami diijinkan untuk berenang. Pemandangannya mengagumkan. Beberapa turis terlihat memanjat tebing untuk kembali terjun ke laut.

Dan akhirnya tibalah kami pada pantai yang merupakan icon Phi phi Island dan terkenal lewat film The beach-nya Leonardo Dicaprio, Maya Bay. Disini kami diberikan waktu yang lebih lama untuk bersantai sekaligus menikmati makan siang kami. Pantai ini memang indah, berpasir putih, lautnya bening kehijauan, dan dikelilingi oleh tebing yang menambah pesona maya bay, namun sangat ramai. Kami tidak terlalu bersemangat untuk berenang dan lebih memilih untuk menjelajahi isi hutan Maya Bay. Walau tidak ada hotel atau restauran, di Maya Bay telah dibangun fasilitas toilet untuk para turis.
Dalam hutan Maya Bay, kita seperti berada di dunia baru yang penuh petualangan. Kita akan melewati jalan setapak yang kanan kirinya dipenuhi dengan pepohonan. Diujung perjalanan kita akan menemukan tangga untuk naik ke tebing dan melihat pemandangan yang… Wow. Air sebening Kristal kehijauan, dengan tebing indah yang ditumbuhi pepohonan hijau sebagai background ditambah angin sepoi-sepoi membuat kami berlama-lama. Hanya saja kami kasihan membayangkan Ahmad, guide kami akan berteriak dan berjalan kesana kemari mencari penumpang Asianya.

Pada kali ini aku benar-benar tidak suka dengan keputusan Ahmad. Demi melihat Penyu, kami dibawa pada laut dalam, berarus deras, dan pemandangan bawahnya hanya ikan kecil-kecil tanpa cahaya matahari pula karena sinarnya dihalangi oleh tebing tinggi di sisinya. Baru berenang lima menit saja, aku sudah buru-buru menuju kapal karena benar-benar tidak nyaman dengan suasananya. Dan aku menyesal kenapa dia tidak membawa kami menuju spot snorkeling yang dipenuhi ikan-ikan yang akan berkerumun karena roti yang kami tebarkan. Tapi tampaknya kali ini aku saja yang kecewa karena peserta tour lain sumringah begitu tiba di kapal. Mereka melihat dua penyu.
Tepat jam 2 kami kembali tiba di Phi phi Don, jadwal kapal kami menuju Phuket akan berangkat sejam lagi sehingga dengan buru-buru kami mandi dan mengganti baju. Setengah jam menjelang jam 3, kami telah tiba di dermaga yang padat. kami harus antri dan mendapat stempel sebagai boarding pass untuk masuk ke kapal. Kapal yang akan membawa kami menuju Phuket merupakan kapal besar 3 tingkat. Ada tiket ekonomi dan eksekutif. Kapal cukup bersih dan rapi. Hanya butuh 1,5 jam perjalanan hingga tiba di Pelabuhan Phuket. Sebelum keluar dari kapal, kami dipersilahkan mengambil buah Nenas, Semangka dan Jus yang disediakan secara cuma-cuma. Benar-benar liburan di kawasan Tropis yang menyenangkan :D

Tips and Trik Hemat di Phi phi Island
  • Tidak usah membeli tiket Kapal di Bandara Krabi. Naik saja bus bandara dengan tarif 90 Baht menuju Krabi Town dan bilang ke supirnya kita mau ke Phi phi Island. Mereka akan mmberhentikan kita pada sebuah travel agen yang lebih murah.
  • Kalau Jalan dari Krabi menuju Phi-phi Island, tidak usah membeli tiket kapal pulang pergi. Di Phi phi island lebih murah
  • Ketika memilih tour dan tiket menuju Phuket, jangan lupa untuk terlebih dahulu membandingkan harganya. Karena pelayanan dan kapalnya sama.
  • Ongkos dari Pelabuhan Phuket menuju Patong 150 baht per orang. Itu harga standard an paling murah. Tidak usah mencari harga yang lebih murah :D

Tuesday, April 8, 2014

MENIKMATI LAGUNA TITIPAN SURGA DI ELNIDO

Cerita ini telah dipublish di Website Majalan Panorama, baca di disini

Apakah kamu membawa mangga di tas?,” kata seorang Petugas. Aku hanya menggeleng, dan suami ku dengan ramah menjawab “No, Sir,”. Tidak lupa dengan senyuman. Aku melihat sekeliling . Heran. Apa gerangan orang-orang ini menanyakan keberadaan mangga. Di sebuah papan pengumuman lusuh tertulis “Plant Quarantine Service Check Point”. Aku hanya memandang heran, namun terlalu malas untuk berpikir, apalagi bertanya. Minivan yang kami tumpangi sejak 3 jam lalu kembali bergerak, menembus jalanan dengan aspal yang tidak sempurna. Terkadang malah hanya jalan tanah dengan bebatuan kecil. Menurut informasi kami butuh 2-3 jam lagi agar sampai ke tujuan.
Perjalanan minivan ini di mulai dari Kota Puerto Princesa, ibu kota Provinsi Palawan, Filipina. Kota ini bisa ditempuh dengan pesawat selama 1 jam dari Kota Manila. Begitu mendarat di Bandara Internasional Puerto Princesa , beberapa travel agent berbaris menyambut kami dengan kertas berisi paket perjalanan serta tiket minivan menuju Elnido, tujuan kami. Beberapa turis yang satu pesawat dengan kami terlihat langsung membeli. Namun kami sebagai backpacker minim budget tidak ingin menyesal dengan harga tanpa tawar menawar. Benar saja, kami mengehemat 400 Piso (1 piso : Rp. 300) dengan memesan tiket di luar gedung Bandara.

Sunday, April 6, 2014

MENIKMATI SEJUTA PESONA BAHARI DI PULAU WEH

Pagi itu saya terbangun, buru-buru memakai sandal, dan dengan setengah berlari menuruni tangga menuju Pantai. Ini adalah hari pertama saya di Pulau Weh, dan tidak ingin melewatkan Sunrise di Pantai Sumur Tiga yang cukup terkenal dan menjadi salah satu to do list di Pulau ini. Tiba di pantai, kantuk saya benar-benar hilang dengan pemandangan yang saya temui. Laut biru yang tenang, pasir putih yang halus, garis pantai yang panjang yang dibarisi dengan pohon kelapa tinggi yang kelihatan berlenggak lenggok karena bengkok, dan ketika melihat kearah timur, matahari dengan malu-malu menyembul, memberikan cahaya lembut kemerahan yang membentuk siluet pada batu dan pohon kelapa yang menjorok ke pantai. Sempurna sekali.

Wednesday, April 2, 2014

JENGA : BUILD SMART, COLLAPSE OTHER

Pernah dengar Jenga? Saya juga baru diperkenalkan oleh Renova Hutapea dan pacarnya ketika mengunjugi The Mind Cafe di Medan. Jenga adalah Board Game yang diciptakan oleh Desaigner Game dan Penulis yang berkebangsaan Inggris, Leslie Scott. 
Permainan ini menggunakan 54 balok yang disusun vertikal seperti bangunan gedung dengan 3 balok di setiap barisnya. Setiap pemain harus mengambil satu balok untuk disusun kembali di baris yang paling atas dan Tidak boleh mengambil balok di 5 baris tertinggi. Pengambilan balok dilakukan hanya dengan 1 jari, dan dinyatakan kalah apabila pemain menjatuhkan bangunan balok. Sebagai hukumannya, setiap pemain yang lain akan menjepitkan jepitan jemuran di rambut pemain yang kalah. Sanksi yang lain bisa juga dipakai. Makin berat makin seru :D

RAFTING

Its Saturday 29th March , and we had long weekend because Monday is Nyepi Celebration which mean its Red date and almost all institution were close include our office. So It’s the time to go out and have fun with friends :D
After  comparing many destinations, discussing, and Arguing, I, renova, angris, lugar, dede, fakhrul, dewi and johan decided a very best option : Rafting On Sei Binge. Its been choosen because Not too far from our home, cheap enough, and its only one day. So we have 2 more days to do our own activities. Perfect ! Then I searched some information about rafting on Sei Binge and found Explore Sumatera Organization ( www.exploresumatera.com) which could support us for Rafting. it cost only Rp. 225k per person include safety kit and tasty lunch :D.

Thursday, March 27, 2014

PERJALANAN KE FILIPINA

Finallyyy.. after so long time ya ga ada nulis apa- apa :D. Kali ini mau sharing perjalanan saya dan suami ke Filipina. Mudah-mudahan bisa menjadi referensi buat teman-teman yang ingin melakukan perjalanan. Sebelum bingung dengan cerita saya, saya akan memaparkan rute perjalanan kami yaitu : Medan - Kuala Lumpur - Manila - Puerto Princesa - Elnido- Puerto Princesa - Manila - Krabi - Phuket- Hatyai - Penang - Medan. Banyakkan ? Namun yang saya ceritakan disini hanya pengalaman di Filipina. 

Saturday, September 14, 2013

DONT BE JEALOUS, GUY. IM ONLY FOR YOU

Text more than once one of your girlfriend's friend by her phone and get upset while her friend call her back is the silliest madness ever. Why do you pop the trouble -shouldnt exist- up and blame her for unreasonable thing. 
You also have friends, girl or man. And so your partner. Why dont you open your mind to assimiliate this common thing in your relationship? You cant live without others. 
People try hard to easy their life as well. But you make it complicated and just seek the source of trouble. 
Take it easy, guy. Dont be jealous to your  very loyal girlfriend, its hard to find the girl like her who restrained her love for seven years only with you. Who rejected any other man's love which maybe she could be happier with. But the girl still choose you.
And dont dissipate her by your ego. The world has so many stories about regret pathetic man who left his girl for other girl. She also could do that, but she wont.
Dont think that only you can fulfil her heart and no one can switch over. She is not that stupid. 
Oke, this is become very serious writing. Maybe its affected by drizzle outside and i cant go out at saturday nite for dating (haah, who would ask you for? *its very big question mark) ahahah. Oke lets continue....
For you who always missunderstand each other, remember women are from venus and man are from mars. Both you are different. So dont be angry if your girl fuss at you even for tiny detail in your daily. For texting her back so long, you cant always answer her phone, or maybe  she can be mad suddenly without reason. Girl like to take everything personal, especially for the man she love. That one of the sign she still love you. But if she doesnt care anymore, you should talk about relationship. :)
And also, girl love every tiny touch you did for her. As well you remember her favourite colour, pick the meal she love on the menu, give her hug on her bad day, hold her hand while you walk together, or little surprise and compliment may change her mood for whole day. :)

Sunday, September 1, 2013

FACIAL AT HOME

Ini adalah hari minggu yang tenang, kosong, dan banyak waktu luang buat ngapain aja. Termasuk facial. 
Daripada buang2 duit ke salon atau dokter kecantikan, mending kita facial sendiri. Toh, tujuan facial kan untuk membersihkan sisa kotoran di muka. We can do it at home ! Yahh, walau facial di dokter kecantikan langgananku jauh lebih nyaman karena dilengkapi alar modern dan kita tinggal tidur aja 😄😄. Dan Rp. 180 ribu pun lenyap dalam waktu 60 menit. Belum lagi kadang dokternya suka nambah2 ini itu tanpa permisi tapi ditagih. Huh, kesal bgt kan.
Oke,,, forget it. Now i ll tell you steps to do facial at home


1. Cleansing/pembersihan
Ini bisa dilakukan dengan cairan atau susu pembersih. Caranya biasa aja. Tuang susu pembersih ke tangan, usap dengan gerakan memijat ke muka lalu bersihkan dengan kapas muka. Karena mukaku sensitif dan berjerawat aku gunakan aloe calming facial cleanser dari body shop.
2. Scrubbing
Setelah dibersihkan dengan kapas, kita scrub muka untuk menghilangkan sel mati, komedo atau sisa kotoran yg tetap menempel. Scrubnya cukup yang halus saja. Kalau saya pakai scrub dari body shop juga, seaweed pore cleansing facial  exfoliator.
3. Kompres dengan air hangat
Karena di rumah aku ga punya steamer kayak di salon, ya cukup kita gunakan air hangat untuk membersihkan sisa scrub dan juga sekalian membuka pori2 kita. Caranya masukkan handuk kecil pada air hangat, peras, lalu usapkan ke muka. Lakukan 4-5 kali.
4. Masker
Nah, sampailah kita pada tahap masker. Ini sih simpel aja, tinggal usap aja masker ke muka kalau pakai masker krim, atau seperti saya yang pakai paper mask ya tinggal di tempel aja trus tunggu sampai lering atau 15-30 menit. Untuk masker saya pakai mentholatum beauty mask dari rohto. Ngademin muka bgt. Bukan promosi lohhh...
5. Oles krim pelembab
Krimnya Tergantung kulit kamu jenis apa. Yahh,, supaya muka ga kering

Dan tadaaa... Selesai deh facial at home.. Selamat mencoba ya... Ni aku upload foto produk yang aku gunain untuk facial. Utk referensi aja sih :D

Thursday, August 29, 2013

Fakhrul Rasyidi

Dia bukan tokoh, artis, bangsawan, atau org hebat jaman sekarang. Bukan juara lomba pembuatan robot se indonesia, bukan pemenang olimpiade juga apalagi juara model nasional:D ,Namun di hatiku (ciyeh) dia adalah pemenang mutlak. Pacar pertama dan satu2nya menjadi pacar di 7 tahun terakhir. Hah, jadi hebatnya apa? Yah, setiaknya dia yg menang dalam persaingan beberapa pria dalam memperebutkan hati aku (semua muntah) 😄😄😄😄 
Untuk saat ini belum jadi suami sih, tp merasa perlu aja nulis tentang sosok dia yang udah jadi temen curhat, nangis sama, ketawa, jalan, berantem, merajuk, makan, saling nasehat dan saling traktir di 7 tahun ini. Kalau bukan jodoh ya... Apa boleh buat, toh kenangan ga bisa dihapus lagi. Kalau postingan ini? Hmm... Liat ntar deh. 
Kita tu jadian sejak aku kelas 2 SMA, sekitar tahun 2006. Lama bgt kan, awal ketemu nya ketika SEkolah mengadakan pelatihan tentang AIDS dan kita berdua adalah peserta. Setahun sejak pelatihan itu, kita sama sekali lost in touch. Baru tiba2 kita ketemu lg, pdkt, dan jadian.
Fakhrul rasyidi tu orangnya gimana ya? Hmmm... Sedikit kalem, ga banyak ngomong, rajin, lebih sabar dari aku, suka bantu org lain, dan sayang bgt sama keluarganya 😊
Tapi ntah kenapa akhir2 ini kita sering berantem karena masalah kecil aja. Ga tau juga deh kenapa. Dia juga sekarang sedikit emosian. Tapi ntah kenapa kata org aku pasti duluan yang ngulah. Padahal enggak
Ya sudah laaaa.... Sebenarnya dia udah janji bakal ngelamar di akhir tahun ini, mudah2an jadi la. soalnya enek bgt sering ditanyain kapan nikah.

Friday, August 16, 2013

Rantau prapat



Ini adalah kota kedua saya untuk berdinas selama di Bank mandiri, sebelumnya di Pematang siantar, kota yang dekat dengan Danau Toba. Kalau di pematang siantar cuacanya agak sejuk, kalau disini tu panaaaaas bgt. Sampai mukaku jadi merah dan berjerawat (hmm kalo ini emg dri dulu si XD) . Namanya Rantau Prapat, kab labuhan batu, bukan Parapat yang ada di daerah Simalungun. Banyak loh yg keliru. Kota ini sekitar 288 Km dari Medan. Bisa dicapai dengan menggunakan kereta api dengan waktu 6 jam dan kalau menggunakan bus bisa mencapai 7-10 jam. Soalnya sering macet. jangan bayangkan macet kayak jakarta yah, ini macetnya keseringan karena ada kecelakaan atau mobil rusak tengah jalan :D. Ongkos naik kereta api sekitar 100-135 rb, tergantung kelas dan seasonnya. Malah pernah sampai 150 rb sekali jalan. Mahal bgt buook. Masyarakat disini tuh mayoritas petani. Bukan petani biasa (kayak lagu afgan aja) tp Petani berdasi nan kaya raya :D, karena kebunnya kelapa sawit, emas hijau kata orang. Sebagian lagi petani karet. Yah, keduanya tu komoditas mewah. Bayangin aja, kalau kita punya 1 hektar kebun sawit aja, kita tu udah berpendapatan minimal Rp. 1 juta per bulannya. Dan org sini tu rata2 punya kebun puluhan hektar, bahkan ga sedikit yang ratusan. Ngalahin gaji direksi gw kayaknya :D. Makanya disini tu orgnya rata2 pada kaya semua. Beli mobil aja pakai uang cash tanpa kredit di leasing (ini kata2 manager salah satu distributor mobil) 
Tapiiii... ( mulai deh sad partnya)
Disini tuh sama sekali ga ada hiburan apa2, kafe cozy buat nongkrong aja ga ada, ga ada toko buku kayak gramedia, ga ada mall, ga ada bioskop, ga ada salon bersih, ga ada hiburan :/, yg ada tuh supermarket brastagi, suzuya dan mini bioskop 12 :D . yg banyak tu pabrik kelapa sawit dan kebun kelapa sawit. jadi kalo nyanyi lagu delman tu, kiri kanan, kulihat saja, banyak sawit dan kareeeet *maksa. yah, itulah yg bisa disuguhkan rantau prapat utk wanita yg dari umur 23 nya udah
disini. Dan sekarang udah berumur 25 tahun. Gmana ga suntuk coba?
Jadi ini ceritanya pelajaran geografi ttg kota rantau prapat atau unek2 gw yah?? Both of them lahh....:D
So, blogger gitu deh nasib gw di rantau prapat. Harus sabar yahh, sambil ngelobi trus2an ke atasan supaya mindahin aq ke kota... Yaaa paling tidak medAn lah. Pengennya si ke jkt aja, spy bisa les bahasa jerman di goethe institut. Mdh2an yahh,,Aaamiin ya Allah

Thursday, July 12, 2012

they get married, i do upset


I dont know how to express any happiness to whom that tell their plan to get married, being a wife and husband. I said congratulation but there was alot jealousy in my heart. I do want to get marry. But i dated a man that doesnt think the same with me. And after 6 years our relationship still nothing plan or purpose. And how pity i still believe any bullshit promises.
In my pray and hope, i do ask God from the bottom of my heart to give me my husband to be and get married this year 2012. I dont care whoever, i know Allah will give me the best one. love can grow in togetherness. Aamiin Ya Robb.
And i realize why Islam forbid to have any love relationship before get married. Its full of maksiat and fake promisses. Now its embrassing while people ask me about my marriage coz no man plan anything for me. Its just promisses. Still promise.
Im single and looking for a husband. Please give me the wanted one,  God. :)
Published with Blogger-droid v2.0.6

Thursday, July 5, 2012

Perkembangan Bapak

Kondisi bapak menurun, yang dulunya masih bisa berjalan tertaih, kini untuk menggerakkan kakinya pun sangat sulit. jadwal tidur kami masih berantakan karena asam urat bapak yang selalu kambuh pada malam hari. setelah cari info sana sini, akhirnya saya menemukan air Jipang bisa mengurangi asam urat karena mengandung sedikit purin dan memperlancar air seni sehingga membuang kelebihan asam urat. caranya Jipang (labu siam) diparut dan airnya diberikan kepada bapak.berhasil. baru satu hari saja mengkonsumsinya, air seni bapak yang awalnya sedikit kini semakin banyak, ditambah bapak selalu diberi banyak minum air. mudah2an asam uratnya bisa hilang.
setelah tidak mau lagi mengkonsumsi obat-obatan rumah sakit, akhirnya diputuskan untuk memakai obat kampung saja. kali ini yang mengobati adalah warga sekampung bapak dulu, sebut saja namanya iman. begitu datang, bapak langsung tertawa, momen yang sangat langka. , selain mengobati dengan daun-daun herbal, iman juga menggunakan kekuatan gaib untuk mengetahui penyakit bapak. katanya semua penyakit bapak itu karena guna-guna orang. yang mengguna-guna ingin kami hancur terlebih dahulu baru mematikan Bapak. ckckckkc... Nauzubillah. akhirnya ntah dengan doa apa, iman ini katanya lagi mengusir jin yang mengganggu bapak. huft.. tapi saya kurang yakin aja. hanya Allah maha mengetahui.
dengan resep yang diberinya akhirnya bapak harus dsembur dengan sirih yang dicampur gambir, pinang, dll. bapak seperti hell boy saja karena seluruh badannya merah meriah. saya pun tidak bisa menciuminya lagi. kata iman sang dukun, katanya pengobatannya butuh waktu 2 minggu, selain pakai sembur2 merah, iman juga melakukan massage pada badan bapak.
saya memang benci sekali dengan pengobatan kampung ini, dikit-dikit diguna-guna. bapak pun jadi jelek sekali. tapi intinya semuanya hanya berserah diri kepada Allah maha penyembuh. mudah2an bapak cepat sembuh. Aamiin Ya Robb

Sunday, July 1, 2012

Cepat sembuh Bapak

Selalu saja tidak ada yang abadi di dunia ini. kecuali Zat Allah semata. tidak itu harta, kecantikan, kekuasaan, dan juga kesehatan.
Bapak, ayah kandungku dan 3 adikku, suami mamak, sudah 2 minggu ini hanya melakukan aktivitasnya di atas tempat tidur. kekamar mandi harus dipapah, makan dan minum harus disuapin, dan bahkan untuk berbicara saja hanya dengan matanya. hampir semua kemampuan syaraf otak direngut oleh penyakit bernama Stroke.
Sudah lama sekali memang bapak mengidap penyakit pusing yang berkepanjangan, maag, asam lambung, dan juga batu di ginjal membuatnya harus bolak balik mengkonsumsi obat herbal entah dari mana saja. Bapak sama sekali anti dengan rumah sakit. selama ini masih aman-aman saja.
namun 2 bulan lalu, mungkin karena sakit yang tidak tertahankan, akhirnya kekukuhannya untuk tidak berobat di rumah sakit luntur. Bapak di bawa ke Grand Medistra Lubuk pakam untuk mendapatkan perawatan.
Mulailah satu per satu penyakit bapak terdeteksi, awalnya salah satu ginjal yang sudah tidak berfungsi. dan yang satu terkena kista, untuk tidak ganas. makanan yang masuk terus dimuntahkan, perasaannya selalu ingin ke kamar mandi, padahal tidak keluar apapun. malam pun tetap tidak bisa tidur karena perasaannya seperti ingin mengeluarkan tapi tidak bisa. disuruh pakai pispot pun bapak tidak mau. tenaganya terkuras karena bolak balik ke kamar mandi,  padahal energinya hanya dari infus, makanan yang dimasukkan ke mulut sama sekali tidak tercerna dan terus dimuntahkan, naik betis tidak terhindarkan. Bapak semakin kurus. penyakit itu diperparah dengan asam uratnya yang tinggi. istirahatnya terganggu karena semua persendiannya sakit. semua kami harus memijit pergelangan kaki dan tangan untuk membuatnya lebih nyaman. 3 malam bapak tidak bisa tidur, akhirnya dokter memberikan suntikan obat penenang agar bapak mendapat istirahat dan tenaga.
Dan tiba-tiba tengah lilis, adik mamak menelepon dan menganjurkan daun herbal untuk menyembuhkan ginjal bapak, entah daun apa namanya. bentuknya seperti daun nangka, rebusannya harus diminum. Alhamdulillah, berkat daun ini yang dikirimkan Allah, akhirnya dokter menyampaikan bahwa ginjal bapak sudah membaik. Bapak pun sudah tidak mntah muntah lagi dan sudah bisa buang air besar.
tapi bapak masih lemah, cepat capek, dan suaranya sangat kecil. dari hari ke hari hal ini terus memburuk. akhirnya mamak memanggil dokter syaraf, dan mengatakan bahwa bapak mengalami stroke ringan. Ya Allah.... karena beberapa minggu di Rumah Sakit, bapak belum menunjukkan tanda2 semangat, akhirnya bapak dibawa pulang. dan mencoba untuk pakai obat kampung. bapk dikusuk, diberi param, dan tetap melakukan terapi. namun kondisinya semakin buruk saja. saat ini Bapak tidak bisa bicara, makan dan minum suit, tidak bisa angkat kedua tangan, angkat badan, namun kakinya masih bisa berjalan. pikirannya yang semangat selalu saja ingin diajak jalan kaki walaupun kondisinya sangat lemah. tapi dia masih sadar, masih mendengar, dan memorinya masih bagus.. kami sekelurga masih mencari alternatif pengobatan yang bagus, masih mencari dokter syaraf yang bagus untuk bapak. Ya Allah, semoga Bapak cepat sembuh.... Aamiin Ya Robb

Tuesday, May 29, 2012

once upon a time


Maaf, bila tulisan yg sharusnya saya tulis 2010 silam, baru bisa saya critakan di malam rabu,29 mei 2012 ini. Ngomon2 sdg hujan diluar.

Wellll...... Sebrlum smuanya terhapus dr pikiran saya, spt nama dosen pembimbing dan judul skripsi, ijinkan sayamenulis beberapa kata ttg khidupan pasca sidamg skripsi............
Tidak terasa rasanya sudah kuliah 4 tahun. Hmmm mungkin hanya 3,5 tahun. Karena saya masuk kuliah sekitar tahun 2006 bulan agustus, dan alhamdulillah bisa sidang tahun 2010,bulan januari. Termasuk mahasiswa yang cepat lulus bersama teman2 yg ipk nya selangit. Sedangkan saya???? Tinggi juga...tiga koma LIMA belas.. Kkikiki..

Setlah sidang, saya kira smuanya selesai.tinggal mendaftar wisuda,mendapat ijazah dan berkelana mencari pekerjaan. Yak, itu hanya di pikiranku. Nyatanya, saya masih harus berkutat dgn perbaikan skripsi dan kepala jurusan yang membuat mood sbgi panduan dari perilakunya stiap hari
. Ohhh,,and i really hate that....

Dan diantara ksibukan saya mengurusi baby skripsi...teman2 dgn golongan  ipk slangit  sudah membicarakan lowongan pekerjaan disana sini. Ohh goddd,, mereka cpt skali..

Well..saya sudah bosan menulisss... KIta lanjutkan di harislanjutnya...wassalamalaiku

Published with Blogger-droid v2.0.4

say hello again

cyaaaaaaa... finally saya menemukan akun blogger yg sudah lama sekali saya tinggalkan. maaf ya buat pembaca yang sudah menantikan curhatan saya *ada ya yg nunggu?? hehehhhee
mau cerita dulu neh.....hmmm mulai dari mana ya??
kita mulai dari jaman penyusunan skripsi ya... yang kata org susah sulit,lama,dosbimnya ga mw dijumpai. sampai ada yg mau lgsg kerja tanpa wisuda krna harus melalui proses satu ini... tapiiiiii alhamdulillah, i m not that people :D. all is running well as i wish. dosbim saya yg sering saya lupa namanya sama sekali tidak mau mempersulit proses saya untuk memakai jubah hitam kebesaran itu. setiap janji bertemu pasti ditepatinya. perbaikan tidak terlalu banyak. pokoknya saya tidaj boleh telat kalo buat janji. hmmmm sampai akhirnya sidaaaangg. di sidangpun tidak spr yg saya bayangkan. mereka menanyakan hal hal dasar ttg akuntansi. sama sekali tidak menggubris skripsi yang saya buat berbulan2. dann....skirpsi yg berjudul duhhh.. kok bisa lupa judulnya yaaa... pokoknya ttg audit di metro pos.maklum udah 3 TAHun.... akhirnya kelar jugaa...

Monday, May 5, 2008

let it be

jangan kira aku akan memikirkan semua ini..
oh NO...!!! im too busy to think something not usefull like this..
sekarang aku akan mencoba menjadi sebuah lumut yg hanya bersembunyi di balik dinding-dinding basah, low profile..
dan aku akan berusah untuk tidak bersedih jika aku tidak mendapatkan what i will
biarkanlah semua terjadi apa adanya.....masalah tidak memintaku untuk memikirkan mereka..
dan lagi-lagi aku ingin menjadi sebuah lumut, mengerjakan pekerjaan mereka sendiri tanpa diketahui siapapun, apapun.
dan aku juga bersyukur atas nikmat keluarga persahabatan yang kumiliki..
mamak, bapak...terima kasih atas didikanmu selama ini, juga keluargaku that alwys care on me
and....
i wud not be like this witout ur support, my frends. u r the most beautiful thing lthat ever i had
im really happy to have you all...
thanks Allah

Thursday, April 24, 2008

presentasi Mahasiswa berprestasi

dari awal dah ga da lagi rasa percaya diri,karya tulisnya jelek banget, dah ga up to date, banyak salah, cuma modal nekat plus iming-iming hadiah..akhirnya beranikan diri za...
how come???????
yup...as i guess...
banyak kritik yang mendasar n juga menurut mereka sangat fatal...aku yang emng dah nyadar kritik2 seperti tu bakalan keluar, yah diam n manggut-manggut za,berharap dengerin pujian....heheh
but...
ya enjoy za lah dulu...
pokoknya presentsinya selesai...n tahun depan da niat buat yang lebih bagus lagi...
mudah2 an za menang...
amin....